Slide Cahaya - Hati

Nurul Qolby 1234567 Slideshow: Nurul’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to 3 cities , Bangladesh and Indonesia (near Benteng, Selayar Island) was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.
http://tripwow.tripadvisor.com/tripwow/ta-009b-86da-4384

Kamis, 24 Maret 2011

Hidup Bersama Allah Berbuah KETENANGAN

http://salihat.com/wp-content/uploads/2010/07/allah_swt-300x225.jpg “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongnya selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Al Baqarah (2) : 23)
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ ﴿ الحج ( ٢٢ ) : ٣ ﴾  
Diantara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaithan yang jahat.” (QS. Al Haj (22) : 3) 
Muatan isi firman Allah di surat Al Baqarah (2) : 23 di atas telah nampak jelas adanya tantangan bagi manusia dan jin yang masih berada dalam keraguan terhadap Al Qur’an untuk membuat hanya satu surat yang semisal Al Qur’an. Hingga detik ini belum ada seorangpun yang memberanikan diri unjuk jari memenuhi tantangan tersebut.
Namun keraguan terhadap kebenaran Al Qur’anpun tampaknya masih menjamur di kalangan ummat manusia maupun jin. Hal ini terbukti dengan telah banyak bermunculan sikap perilaku dalam hidup dan kehidupan yang mengesampingkan kepedulian terhadap Al Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman, bahkan bantahan terhadap Al Qur’an pun sering muncul di permukaan.
Aneh dan ajaibnya, hal demikian terjadi di kalangan orang-orang yang mengaku dirinya telah Islam atau beriman. Gema Al Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup (QS.2:3) hanya terdengar dari ucapan kata belaka, tanpa merasuk dan menyentuh hingga tampil dalam sikap perilaku kesehariannya. Kitab atau buku yang berisi berbagai pendapat yang belum jelas pengesahan kebenarannya lebih diutamakan dan ditonjolkan, bahkan ayat-ayat Al Qur’an ditampilkan hanya sekedar acuan untuk mendukung pendapat yang dikemukakan.
Ketidak-jelasan pengesahan kebenaran dari berbagai pendapat yang telah dijadikan landasan pijakan pemikiran tentang hidup dan kehidupan menghantarkan manusia pada kelemahan konsep pandangan keilmuannya. Lemah, rapuh serta mudah digoncang oleh terpaan pendapat lain, apalagi bila dikejar hingga haqeqat atau esensinya. Hantu keraguan senantiasa mengiringi setiap langkah kehidupannya, hingga benih-benih kepercayaan senantiasa tergerogoti, baik kepercayaan terhadap sesama maupun kepercayaan terhadap sang pencipta.
Prasangka, praduga dan curiga senantiasa tampil ke depan setiap mengawali langkah aktivitas perbuatannya, hingga terjadi peperangan atau konflik dalam diri. Konflik dalam diri menimbulkan tekanan atau pemaksaan, yang mencuatkan berbagai gejolak jiwa. Gejolak yang tertimbun sewaktu-waktu dapat tampil ke permukaan berwujud dalam bentuk penyakit atau perilaku jahiliyah, yakni perilaku yang tak memperdulikan hak, baik hak diri sendiri, hak makhluk sesama ataupun sang pencipta.
Itulah manusia bermasalah dan pembuat masalah, yang serba membuat batasan-batasan atau definisi sebagai alat pembelenggu manusia agar tidak dapat berfikir bebas aktif dalam menumbuh kembangkan potensi yang telah dipasangkan pada setiap diri manusia.
Sebenarnya Allah menghendaki kemudahan bagi menusia dan bukan kesulitan, serta manusia dicipta untuk dicinta dan bukan untuk dianiaya. Untuk itu pada setiap manusia telah diberikan 5 (lima) modal dasar, masing-masing berupa ketenagaan Ilaahiyah cukup halus berkondisi cukup setimbang sempurna. Ke 5 (lima) modal dasar tersebut adalah ruh suci, rasa, hati, aqal dan nafsu sebagaiujung/pucuk” yang keberadaannya di dalam manusia.
Penjagaan, pemeliharaan, pendidikan dan pembawa ke 5 (lima) modal dasar manusia agar berkondisi tetap cukup setimbang sempurna dan bertumbuh kembang bebas aktif, laras-lurus sesuai dengan ketetapan-Nya hanya dapat dilakukan oleh dan bersama Rabb (Allah), yakni secara bersama-sama lima modal dasar manusia tersebut sepenuhnya hanya mengabdi kepada Allah di tepian (ujung) untuk mengarah menjadi manusia CCSK (cerdik, cerdas, sehat, kuat) berkondisi sejuk-segar dan menyegarkan kehidupan.

Manusia cerdik karena telah memperoleh pengertian setitik ilmu-Ku Allah yang tertangkap rasa disertai pemahaman aqal dan selanjutnya ditampung atau disimpan dalam hati. Sebagai tanda bukti rasa syukur seorang hamba di hadapan Allah, setitik ilmu-Ku yang telah tertanam dalam hati senantiasa tersikapi dalam kehidupan keseharian dan dituangkan dalam bentuk konsep keilmuan setimbang sehat untuk diterapkan sebagai langkah nyata dalam memecahkan masalah hidup dan kehidupan bersemesta.

Hanya bagi manusia yang telah terpimpin dan terbimbing Rabb dengan setitik ilmu-Ku Allah yang setimbang sehat penuh kepastian sajalah yang dapat tampil di muka bumi untuk memecahkan setiap permasalan hidup dan kehidupan bersemesta.
Persiapan yang diperlukan bagi manusia untuk dapat hidup bersama Allah sebagai hamba-Nya yang CCSK hanya dapat dilakukan dengan berupaya sungguh-sungguh menjalankan hidup benar dan bersih, yakni bersih aqidah, bersih syariah dan bersih akhlaq.

Bersih aqidah berarti meninggalkan berbagai bentuk kemusyrikan, baik kemusyrikan lahir seperti: jimat berbentuk cincin, keris, tumbal dan sebagainya, ataupun kemusyrikan bathin seperti: mempergantungkan diri kepada sesuatu selain Allah, percaya diri, mengutamakan pendapat makhluq daripada pengkabaran dari Allah dan lain sebagainya.

Bersih syariah berarti tanpa bid’ah atau menambah-nambah aturan selain yang telah dicontohkan Muhammad Rasulullah S.A.W..

Bersih akhlaq, senantiasa menampilkan perilaku serba baik dan terpuji selaras Al Qur’an berteladankan Muhammad Rasulullah S.A.W., terhindar dari tampilan sikap perilaku tercela tak selaras Al Qur’an.

Dengan telah bersih aqidah, syariah dan akhlaq secara otomatis tersambungkan tali getaran dengan Allah sehingga siap menerima pemberitaan dari sisi Allah berupa keilmuan murni terpadu bersifat Qur’ani. Itulah keilmuan murni dari sisi Allah berjangkauan kesemestaan berkesinambungan tanpa batasan ruang dan waktu yang dapat menyelasaikan secara pasti dan tepat guna dari setiap permasalahan hidup dan kehidupan.
Sehingga bagi seorang hamba yang telah siap menerima karunia keilmuan murni bersifat Qur’ani akan tampil sebagai hamba cerdik pelestari kehidupan jagat raya.
http://img402.imageshack.us/img402/1663/commentsfb.png
Buat Facebook Comment, klik disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar