Slide Cahaya - Hati

Nurul Qolby 1234567 Slideshow: Nurul’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to 3 cities , Bangladesh and Indonesia (near Benteng, Selayar Island) was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.
http://tripwow.tripadvisor.com/tripwow/ta-009b-86da-4384

Kamis, 31 Maret 2011

MENGAPA LAKI-LAKI WAJIB SHOLAT BERJAMAAH DI MASJID ?

Dari Sahabat Ibnu Abbas ra berkata, bahwasanya Rosulullah SAW bersabda :
“ Barang siapa mendengar seruan Adzan, tetapi tidak memenuhinya tanpa suatu uzur, maka sholat yang dikerjakannya tidak akan diterima. “ Para sahabat bertanya : “ Apakah uzurnya ? “ Beliau SAW menjawab : “ Ketakutan atau sakit.” ( HR Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah – At Targhib )
Ket : Maksud dari “ Sholatnya tidak akan diterima “ adalah, dia tidak akan memperoleh pahala dari sholat yang dikerjakannya, walaupun kewajibannya telah ditunaikan. Dengan kata lain, dia tidak akan memperoleh kemuliaan dan kehormatan yang seharusnya dia terima.
Ini adalah menurut para Imam kita, sedangkan para Sahabat dan sebagian Tabiin mengatakan bahwa meninggalkan sholat berjamaah tanpa alasan yang kuat adalah haram hukumnya. Jadi, sholat berjamaah hukumnya adalah wajib, sehingga banyak Ulama yang mengatakan bahwa meninggalkan sholat berjamaah, sholatnya tidak sah !
Imam Hanafi rah.a. mengatakan, meskipun sholatnya sah namun dia tetap berdosa karena meninggalkan berjamaah.
Ibnu Abbas ra berkata bahwa orang yang seperti itu berdosa karena mengingkari Alloh SWT.
Ibnu Abbas ra juga berkata : Barang siapa mendengar suara Adzan, tetapi tidak melaksanakan sholat berjamaah, maka dia tidak menghendaki kebaikan dan tidak mau diberi kebaikan.
Sementara Sahabat Abu Hurairah ra berkata : Barang siapa yang mendengar suara Adzan, tetapi tidak sholat berjamaah, maka lebih baik dituangkan cairan timah yang mendidih kedalam telinganya.
Dari Sahabat Muadz bin Anas ra berkata, bahwa Rosulullah SAW bersabda :
Kebathilan di atas kebathilan, kekufuran dan kemunafikan, yaitu orang yang mendengar panggilan muadzin untuk mendirikan sholat namun dia tidak memenuhinya.( HR Ahmad dan Thabrani – At Thagrib )
Ket : Betapa kerasnya ancaman dalam hadist ini, sehingga perbuatan seperti ini digolongkan kepada perbuatan orang-orang kafir dan munafik.
Sebenarnya umat Islam tidak pantas melakukan perbuatan seperti itu. Dalam hadist lain dikatakan : “ Jika seseorang mendengar seruan Adzan tetapi tidak melaksanakan sholat berjamaah, maka dia pantas untuk mendapatkan kerugian dan keburukan.
Sahabat Sulaiman bin Abi Hastmah ra adalah seorang Sahabat yang disegani. Beliau dilahirkan sebelum Rosulullah SAW wafat. Tetapi ketika itu beliau terlalu muda untuk dapat meriwayatkan hadist-hadist Rosulullah SAW. Ketika Sayyidina Umar Ibnu Khothob ra menjadi khalifah, beliau ditugaskan untuk menjaga pasar. Pada suatu hari, Umar Al Faruq tidak melihatnya dalam sholat subuh berjamaah. Umar ra segera pergi kerumahnya dan bertanya kepada ibunya : “ Mengapa Sulaiman tidak menyertai sholat Subuh ? “ Ibunya menjawab : “ Sulaiman melaksanakan sholat sunnat sepanjang malam, sehingga dia tertidur pada waktu subuh.“ Lalu Umar ra berkata : “ Aku lebih menyukai sholat subuh berjamaah dari pada sholat sunnat sepanjang malam.”
Dari Sahabat Abu Hurairah ra berkata, saya mendengar Rosulullah SAW bersabda :
Sungguh saya ingin memerintahkan para pemuda untuk mengumpulkan kayu bakar yang banyak, kemudian saya akan mendatangi orang-orang yang sholat dirumahnya tanpa uzur, dan saya bakar rumah-rumah mereka. ( HR Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmidzi )
Ket : Kasih sayang Rosulullah SAW sangat besar kepada umatnya sehingga beliau tidak tega apabila umatnya mengalami kesusahan.
Tetapi beliau sangat marah sehingga ingin membakar rumah orang-orang yang sholat fardhu dirumahnya, padahal suara adzan terdengar dari tempatnya berada.
Dari Sahabat Ibnu Abbas ra :
“ Sesungguhnya seseorang bertanya kepadanya tentang orang yang berpuasa sepanjang hari dan mendirikan sholat sunnat sepanjang malam, tetapi ia tidak pergi ke Masjid untuk sholat berjamaah dan sholat jum’at. Ibnu Abbas ra menjawab: “ Dia adalah penghuni Neraka Jahanam“ ( HR Tirmidzi – At Targhib )
Ket : Orang-orang seperti ini, karena dia seorang muslim mungkin suatu saat akan dibebaskan dari neraka, kemudian dimasukkan kedalam surga. Tetapi siapa yang tahu berapa lama dia akan disiksa didalam neraka ?.
Diriwayatkan dalam sebuah hadist bahwa Alloh SWT mengutuk 3 (tiga ) golongan manusia yaitu : I. Seorang Imam yang di benci oleh makmumnya dengan alasan yang masuk akal. Ke II. Seorang wanita yang dimurkai oleh suaminya, dan ke III. Seorang yang mendengar suara adzan tetapi tidak pergi ke Masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah.

KEUTAMAAN SHALAT BERJAMA`AH
Di samping ancaman yang keras tadi, Alloh swt. juga menyediakan pahala yang besar bagi para kaum muslimin yang mengerjakan sholat berjamaah di masjid.
1. Pahala shalat berjama`ah melebihi pahala shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.
Dari Ibnu Umar bahwa Rosululloh s.a.w. bersabda :
Shalat berjama`ah lebih utama daripada shalat sendirian dua puluh tujuh derajat. Muttafaqun `Alaihi.
Maka keutamaan apa yang lebih besar daripada fadhillah shalat berjama`ah ini, seandainya ada yang mengatakan kepada orang-orang bahwa menanam investasi didalam bisnis si fulan akan mendatangkan profit untuk setiap satu riyalnya itu dua puluh tujuh riyal, niscaya mereka dengan mati-matian berusaha turut menanamkan investasi didalamnya dengan harapan mendapatkan keuntungan nisbi yang mungkin saja ia akan memperolehnya dan mungkin juga tidak.
Sedangkan investasi dengan beramal shalih di dalam bisnis yang jelas-jelas menguntungkannya ini, yang mengandung kepastian profit yang besar dan kebaikan yang telah diketahuinya, tidak diperdulikannya kecuali oleh hanya segelintir orang saja. Dan kebanyakan mereka seperti yang difirmankan Alloh SWT:
Tetapi kamu lebih memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS. 87 : 16-17).
2. Setiap langkah yang diayunkan seorang muslim untuk menegakkan shalat berjama`ah terhitung disisi Alloh sebagai pahala dan ganjaran baginya.
Tidaklah setiap ayunan langkahnya melainkan terangkat baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosa untuknya. Sebagaimana hadits yang terdapat di dalam shahihain.
Dari Abu Hurairah r.a.berkata: Rasululah n bersabda:
Pahala shalat seseorang yang berjamaah melebihi pahala shalat sendirian di rumahnya dan dipasarnya dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu apabila ia berwudhu` dengan sebaik-baiknya, kemudian ia pergi menuju masjid, tidak ada tujuan lain kecuali untuk shalat berjama`ah maka tidaklah setiap langkah yang diayunkannya melainkan terangkat baginya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu dosa, apabila ia melakukan shalat berjama`ah maka para malaikat senantiasa mendoakannya selama ia masih berada di tempat shalatnya dan juga ia belum berhadats. Para Malaikat berdoa : “Allohumma shalli `alaihi, Allohummarhamhu (Ya Alloh, Ampunilah dia dan rahmatilah).” Dan tetap ia dianggap shalat selama ia menunggu waktu shalat berikutnya tiba.)) Lafadz hadits Al Bukhari.
Bagi siapa saja yang interest menunggu waktu shalat berikutnya tiba di dalam masjid, akan memperoleh 4 (empat) keistimewaan yaitu :
Ia seperti seorang yang selalu siap tempur di jalan Alloh.
Dicatat baginya pahala shalat meskipun ia menantikannya dalam keadaan duduk.
Para malaikat memohonkan ampunan untuknya.
Jika pada saat itu dia mengisi waktunya dengan membaca Al-Qur`an dan zikrullah maka akan ditambahkan baginya pahala tilawah dan zikir.

3. Seseorang yang selalu merealisasikan shalat berjama`ah dijamin terlepas dari sifat nifaq.
Dari Ibnu Mas`ud رضي الله عنه berkata:
Barangsiapa yang ingin bertemu dengan Alloh kelak (dalam keadaan) sebagai seorang muslim, maka hendaklah dia memelihara shalat setiap kali ia mendengar panggilan shalat. Sesungguhnya Alloh telah mensyariatkan sunnanal huda (jalan-jalan petunjuk) dan sesungguhnya shalat berjama`ah merupakan bagian dari sunnanil huda. Apabila kamu shalat sendirian di rumahmu seperti kebiasaan shalat yang dilakukan oleh seorang mukhallif (yang meninggalkan shalat berjama`ah) ini, berarti kamu telah meninggalkan sunnah nabimu, apabila kamu telah meninggalkan sunnah nabimu, berarti kamu telah tersesat. Tiada seorang pun yang bersuci (berwudhu`) dengan sebaik-baiknya, kemudian dia pergi menuju salah satu masjid melainkan Alloh mencatat baginya untuk setiap langkah yang diayunkannya satu kebajikan dan diangkat derajatnya satu tingkat dan dihapuskan baginya satu dosa. Sesungguhnya kami berpendapat, tiada seorang pun yang meninggalkan shalat berjama`ah melainkan seorang munafik yang jelas-jelas nifak. Dan sesungguhnya pada masa dahulu ada seorang pria yang datang untuk shalat berjama`ah dengan dipapah oleh dua orang laki-laki sampai ia didirikan di dalam barisan shaff shalat berjama`ah.)) H.R. Muslim.

4. Orang yang shalat berjama`ah terbebas dari segala perangkap syaithan :
Dari Abu Darda رضي الله عنه berkata : Saya mendengar Rosululloh s.a.w. bersabda :
Tidaklah dari tiga orang yang berada di sebuah perkampungan maupun sebuah dusun dan mereka tidak mendirikan shalat berjama`ah di dalamnya, melainkan syaithan telah menguasai diri mereka. Maka hendaklah atas kamu bersama jama`ah, sesungguhnya srigala hanya menerkam kambing yang terpisah dari kawannya.)) H.R. Abu Daud dan An-Nasa`i dengan sanad jayyid.
Dari Abu Hurairah r.a.bahwa Rosululloh s.a.w.bersabda :
Siapa yang datang ke masjid pagi-pagi atau setelah matahari tergelincir (maksudnya lebih awal dari waktu shalat), Alloh menyediakan baginya tempat di surga setiap kali dia datang.)) Muttafaqun `Alaih.

Allohu a’lam bishowwab
http://img402.imageshack.us/img402/1663/commentsfb.png
Buat Facebook Comment, klik disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar