Slide Cahaya - Hati

Nurul Qolby 1234567 Slideshow: Nurul’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to 3 cities , Bangladesh and Indonesia (near Benteng, Selayar Island) was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.
http://tripwow.tripadvisor.com/tripwow/ta-009b-86da-4384

Rabu, 23 Maret 2011

Tawazun

Kehidupan sehari-hari seorang muslim yang meliputi kehidupan individu, keluarga, profesi, social dituntut untuk menjalaninya secara proporsional dan seimbang.
Proporsional dan seimbang bukan berarti melakukannya dengan porsi yang sama antara satu hal dengan yang lain. Namun sesuai dengan proporsi dan skala prioritas.
Setiap muslim adalah seorang da’i. Setiap individu muslim memiliki hak dan kewajiban yang harus tunaikan. Keseimbangan atau tawazun merupakan kunci utama dari kesuksesan setiap individu Muslim.
Apakah Tawazun itu?
Apa urgensi tawazun?
Konsep tawazun dalam agama kita?
Bagaimana menjadikan hidup kita tawazun?
Mungkinkah kita menerapkan konsep tawazun dalam hidup kita?

Definisi

Akar kata tawazun dari Al Waznu

( الوزن )

. Al Waznu ditambah ta’ dan alif menjadi:

توازن – يتوازن – توازنا


Tawazun, berasal dari kata tawazana : seimbang
Tawazun’ bermakna memberi sesuatu akan haknya, tanpa ada penambahan dan pengurangan.
Secara terminologi fardy: kemampuan seorang individu untuk menyeimbangkan kehidupanya dalam berbagai dimensi, sehingga tercipta kondisi yang stabil, sehat, aman dan nyaman.
Secara terminologi da’awy tawazun bisa diartikan bagaimana seorang aktifis dakwah bisa mengatur dirinya, menyeru dan membina orang lain  untuk memenuhi aspek-aspek kebutuhannya secara seimbang.

Urgensi Tawazun

Tawazun sangat urgen dalam kehidupan seorang individu sebagai manusia, sebagai muslim maupun sebagai da’i. Diantara urgensinya:
  1. Dengan Tawazun manusia dapat meraih kebahagian hakiki, kebahagiaan bathin/jiwa, dalam Bentuk ketenangan jiwa [13:28] dan  kebahagian lahir/fisik, dalam bentuk kestabilan, ketenangan dalam aktivitas hidup.
  2. Tawazun adalah kunci dan tanda kesuksesan seseorang.
  3. Tawazun menjaga keseimbangan dalam hidup yang akan menciptakan  keharmonisan.
  4. Tawazun merupakan tanda kesyukuran
  5. Menjaga seorang da’i untuk tetap istiqomah dalam dakwah.
  6. 6. Da’i dan keluarganya yang tawazun akan mendukung kesuksesan dakwah.
  7. Tawazun merupakan identitas Muslim yang ihsan.
  8. Tawazun menempatkan umat lslam menjadi umat pertengahan/ ummatan wasathon [2:143].

Sandaran Syar’i Tawazun

Tawazun harus bisa ditegakkan dan dilaksanakan oleh semua orang. Bila seseorang tidak bisa menegakkan tawazun dan sikap tawazun akan melahirkan berbagai masalah. Karena tawazun merupakan:
1. Fitrah Kauniyah : Keseimbangan rantai makanan, tata surya, hujan dll
Allah telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam sebuah keseimbangan (67: 3).

الذي خلق سبع سموات طباقا ما ترى في خلق الرحمن من توافت فارجع البصر هل ترى من فطور. ( الملك: 3)

والسماء رفعها ووضع الميزان…… ( الرحمن : 7 ـ 9)

2. Fitrah Insaniyyah : Tubuh, pendengaran, penglihatan dan hati dan lain sebagainya merupakan bukti yang bisa dirasakan langsung oleh manusia. Saat tidak tawazun, maka tubuh akan sakit.
3. Faridhoh Syar’iyah: Alquran, sunnah menuntut kita untuk tawazun.
a.       Dari Alquran

فأقم وجهك للدين حنيفا فطرة الله التي فطر الناس عليها لاتبديل لخلق الله ذلك الدين القيم ولكن أكثر الناس لايعلمون ( الزمر: 30)

b.      Dari Hadist

فإني أصوم وأفطر، وأقوم وأرقد وأتزوج النساء، فمن رغب عن سنتي فليس مني.

c.       Dari Para Sahabat
  • Kisah antara Abu Darda’ yang tidak tawazun kehidupannya ditegur oleh saudaranya Salman Al Farisi, kemudian mereka mengadu kepada Rasulullah saw. Dan bersabda:

    إن لربك عليك حقا ولجسدك عليك حق ولأهلك عليك حقا، فأعط كل ذي حق حقه.

4. Simat Islamiyah : Islam senantiasa menuntut segala aspek kehidupan kita untuk tawazun. Tidak boleh tafrith dan ifroth. Bila sesuatu sudah keluar dari identitas tawazun, maka sudah tidak Islami lagi. Salah satu yang menjadikan Islam agama yang sempurna karena tawazunnya.

( الزمر: 30)


5. Dhoruroh ijtima’iyah: Tawazun merupakan keharusan sosial, seseorang yang tidak tawazun kehidupan individu dan kehidupan sosialnya, maka tidak akan baik kehidupan sosialnya. Bahkan interaksi sosialnya akan rusak.
6. Mutathollibat da’awiyah: Dakwah yang memiliki fase yang panjang dan perjalanan yang bermacam-macam halang rintangannya menuntut aktifisnya untuk tawazun. Karena tidak tawazun akan mengakibatkan tidak berlanjutnya perjalanan dakwah.

Akibat tidak tawazun

  1. Kehancuran
  2. Penderitaan
  3. Ketidaknyamanan
  4. Kekacauan
  5. Futur dan insilah dalam dakwah.

Beberapa Contoh Kehidupan yang tidak tawazun

  • Orang-orang  Atheis: tidak mengakui Allah, akan mengalami kekeringan rohani
  • Orang-orang  kapitalis dan materialis: berlebihan dalam memperhatikan fisik dan mengabaikan dimensi lain dalam kehidupan.
  • Orang-orang sosialis: berlebihan dalam memperhatikan kehidupan sosial dan mengabaikan kehidupan individual.

Dimensi Tawazun

Tawazun seorang muslim harus mencakup semua dimensinya, karena bila tidak mencakup semua dimensinya akan merusak potensi kemanusiaan itu sendiri .Dimensi itu meliputi :
1. Individual manusia:
Jasad (Jasmani) : harus terpenuhi kebutuhan makanan, beristiharat, biologis dsb agar menjadikan jasmani sehat dan kuat.
Akal: harus terpenuhi kebutuhannya yaitu ilmu, sehingga manusia bisa hidup berbeda dengan binatang, dan mampu menjadi khalifah di muka bumi.
Ruh (rohani): harus terpenuhi kebutuhannya  agar roh/jiwa tetap memiliki semangat hidup, militan dan pantang menyerah. Kebuthan ruhani adalah ibadah, dzikir, dan kepasrahan kepada Allah.
2. Sosial : Pribadi, Keluarga, Masyarakat
3. Profesi: Profit dan sosial
Bila kehidupan antara profit dan sosila tidak seimbang, maka akan terjadi ketimpangan dalam kehidupan kita.
4. Dakwah dan Jamaah: individual dan struktural
Seorang aktifis dakwah harus mampu menseimbangkan antara komunikasi individual dan struktural. Bila komunikasi individual terlalu dominan akan melahirkan figuritas dan tidak menghormati struktur. Sedangkan bila komunikasi struktural terlalu dominan akan melahirkan kekakuan individual dan komunikasi menjadi kering. Oleh karena itu bagi para mas’ulin dan pimpinan di semua level, refleksi sikap tawazun ditunjukkan dalam bentuk kemampuan memenej dan mengarahkan ‘perahu da’wah’ ini, sedemikian sehingga seluruh potensi yang ada didalamnya bisa tersalurkan, berfungsi dan berkontribusi optimal bagi kehidupan individu dakwah, menuju ridho Alloh swt. Pada level anggota, sikap tawazun direfleksikan dalam bentuk motivasi hidup yang besar, vitalitas dan semangat, agresif dan aktif, optimis dan mempunyai cita-cita dalam hidupnya.
5. Tawazun  antara kehidupan dunia dan akhirat.
“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”
Islam menuntut semua dimensi kehidupan manusia dalam keadaan tawazun. Semua aspek kehidupan manusia ini membutuhkan perawatan dan perhatian.

Faktor yang menyebabkan tidak tawazun

Faktor-faktor yang menjadikan seseorang tidak tawazun antara lain:
  1. Tidak memahami konsep hidup secara komprehensip.
  2. Kurang memahami konsep Agama Islam secara baik.
  3. Tidak memahami kehidupan diri secara baik.
  4. Tidak berinteraksi dengan kondisi masyarakat.
  5. Tidak bisa mendisiplinkan diri.
  6. Kesibukan yang tidak bisa diatur.
  7. Terjerumus  dalam satu sisi kehidupan saja ( harta, tahta, wanita, ilmu, ruhani, sosial, individual dsb).
  8. Terjerumus dalam rutinitas yang tidak tawazun.
  9. Mengalamai musibah atau ujian yang berat, yang menghilangkan sikap tawazun.
  10. Kurang dzikrul maut.

Bagaimana agar kita tawazun

Bagaimana agar kehidupan kita tawazun?
  1. Berusaha untuk mengetahui, memahami dan merenungkan konsep hidup.
  2. Berusaha untuk memahami kehidupan diri dan keluarga secara baik.
  3. Memperbanyak berinteraksi dengan masyarakat.
  4. Berusaha untuk mendisiplinkan diri
  5. Berusaha untuk memenej waktu
  6. Menghindarkan diri dari terjerumus  dalam satu sisi kehidupan saja ( harta, tahta, wanita, ilmu, ruhani, sosial, individual dsb).
  7. Berusaha untuk tidak terjerumus dalam rutinitas yang tidak tawazun.
  8. Saat mengalami musibah atau ujian yang berat, menyadari akan adanya hikmah dalam setiap ujian.
  9. Memperbanyak dzikrul maut.

Kontrol diri saat tidak tawazun

Ingatlah, bahwa efek tidak tawazun sudah bisa diketahui sejak awal. Jadilah orang yang bijak.
Orang bodoh, mengetahui musibah setelah terjerumus dalam musibah
Orang awam, mengetahui musibah saat terjerumus dalam musibah.
Orang yang bijak, mengetahui musibah sebelum datangnya.
Pandai-pandailah membaca isyarat alam dalam diri, keluarga, masyarakat dan dakwah.

Teladan Tawazun

  1. Rasulullah SAW.
  2. Rasululloh saw. adalah sosok yang ideal dijadikan model atas pelaksanaan konsep tawazun. Beliau adalah orang yang memiliki keimanan yang kuat, pemimpin dan ahli ibadah yang zuhud, ahli strategi perang yang sangat berani, panglima yang gigih, teguh dan agung. Di lingkungan keluarga, beliau adalah sebaik-baik pemimpin keluarga sekaligus guru, baik terhadap istri, anak-anak maupun seluruh kerabat.
  3. Abu Bakar Assiddiq
  4. Sosok sahabat yang baik di kalangan masyarakat, keluaarga dan handai tolan. Saat Rasulullah saw diboikot, sebenarnya beliau bukan termasuk yang diboikot. Beliau mengikuti Rasulullah saw.
  5. Abdullah Ibnu Mubarok
  6. Seorang ulama tabi’ittabi’in, bisnisman yang sukses, mujahid yang gagah perkasa.
http://img402.imageshack.us/img402/1663/commentsfb.png
Buat Facebook Comment, klik disini

1 komentar:

Poskan Komentar