Slide Cahaya - Hati

Nurul Qolby 1234567 Slideshow: Nurul’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to 3 cities , Bangladesh and Indonesia (near Benteng, Selayar Island) was created by TripAdvisor. See another Indonesia slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.
http://tripwow.tripadvisor.com/tripwow/ta-009b-86da-4384

Minggu, 19 Juni 2011

MEMAKNAI MUSIBAH

Dan Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk

(QS. Al-Baqarah [2]: 155-157).

Awan kelam kembali menyelimuti negeri ini. Musibah demi musibah terus melanda negeri ini setelah sebelumnya Gempa yang terjadi di Jawa Barat. Di akhir bulan September, masyarakat Padang, Sumatera Barat kembali dikejutkan dengan peristiwa gempa bumi sebesar 7,6 SR tepat pukul 17.16 WIB. Musibah yang tidak diduga-duga sebelumnya ini telah membawa korban jiwa ratusan orang. Belum lagi trauma serta bangunan rumah yang rata dengan tanah dialami oleh ratusan ribu masyarakat Padang.

Bagaimana kita menyikapi semua peristiwa alam ini? Apakah ini merupakan adzab dari Allah SWT atau ini merupakan cobaan dari Allah? Ataukah fenomena ini sekedar musibah yang menjadi ujian bagi umat manusia? Atau justru malapetaka? Sebagai muslim tentunya kita patut membuka kembali ajaran kita yang mulia ini untuk memandang berbagai fenomena alam yang menimpa kita dengan pandangan Alqur’an dan Sunnah.

Adzab atau Ujian ?

Bencana gempa yang menimpa kita bukanlah merupakan adzab yang diberikan oleh Allah kepada kita, seperti pemahaman yang terjadi pada sebagian kalangan umat Islam. Mengapa ini bukan adzab? Tidak lain karena pasca diutusnya Nabi Muhammad SAW, adzab bagi seluruh umatnya yang melakukan kemaksiatan akan ditunda sampai hari akhir. Rasulullah SAW diutus oleh Allah sebagai rahmat seluruh alam, dalam firmannya Allah menyatakan: Dan tiadalah kami mengutus kamu (baca: Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (QS. al-Anbiya [21]: 107). Rahmat ini tidak saja berlaku bagi umat muslim tapi juga berlaku bagi orang-orang kafir. Dengan demikian orang-orang kafir pun adzabnya akan ditunda hingga hari kiamat.

Berbeda dengan umat-umat sebelumnya, dimana umat-umat terdahulu sebagaimana disebutkan Allah dalam surat At-Taubah [9] ayat 70: Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

Umat-umat terdahulu langsung diadzab manakala kufur kepada Rasul. Sedangkan umat Nabi Muhammad yang kufur atau bermaksiat pada Allah tidak langsung diadzab melainkan ditunda hingga akhir kiamat. Sebagaimana Rasul menyebutkan dalam haditsnya: “Hari ini yang ada adalah amal dan tiada hisab, sedangkan hari esok (hari akhir) yang ada adalah hisab dan tiada amal” (HR. Bukhari). Dengan demikian jelaslah bahwa perhitungan (hisab) berupa adzab itu di akhirat kelak.

Bencana alam merupakan sunatullah di alam dan karakteristik yang diciptakan Allah SWT. Gempa yang terjadi mengikuti hukum sebab akibat. Musibah ini merupakan ujian bagi kita sebagaimana surat Al-Baqarah [2]: 155-157 diatas Allah berfirman: Dan Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Dalam hadits yang lain, Rasulullah, melalui cucu lelaki sahabat Abdullah bin Mas’ud, Awn bin Abdullah mengatakan: “Nikmat yang terbesar adalah ketika bumi diratakan untuk anda, anda tetap menghargai apa yang telah diberikan Allah kepada anda berupa nikmat Islam.” Maka ketika pada saat ini kita mengalami kesulitan harta akibat musibah ini maka kita akan penuh dengan syukur mengingat kekayaan iman yang telah Allah karuniakan kepada kita dan kita akan merasa sanagat beruntung dengan diri anda sebagai muslim. Bencana gempa ini merupakan ujian sekaligus karunia yang harus kita sikapi dengan sabar karena di balik semua ini ada hikmah yang dalam.

Hikmah dari Musibah

Sebagai seorang mukmin maka kita patut bersabar dan mengambil hikmah dan pelajaran yang dalam. Diantaranya hikmah adalah:

Pertama, Allah ingin menjadikan kita sebagi orang yang baik dengan musibah ini. Sebagimana sabda Rasul dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Siapa saja yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka diberikan cobaan kepadanya.” Jika kita bersabar maka kita tergolong orang-orang yang baik di mata Allah.

Kedua, Allah ingin menghapuskan keburukan dan menambah kebaikan-kebaikan hamba pada hari kiamat, sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 155: Dan Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Ketiga, Allah ingin menjadikan kita orang-orang yang baru. Seorang mukmin yang bersabar atas musibah yang menimpanya dan senantiasa mengharapkan ridha Allah SWT. Dengan demikian musibah itu menjadi nikmat baginya bukan menjadi siksa, karena Allah akan mengganti semua dengan kehidupan yang lebih baik.

Keempat, Allah ingin melihat siapa yang tetap istiqamah. Meskipun musibah menghabiskan seluruh hartanya, ia tidak meninggalkan ibadahnya kepada Allah atau bahkan menjual akidahnya hanya dengan bantuan pertolongan dari agama lain.

Kelima, bencana ini juga menjadikan kita semua bahu-membahu saling tolong menolong. Rasulullah SAW memberikan kabar gembira, bagi orang yang menolong saudaranya Allah akan selalu menjadi penolongnya di saat kesulitan datang.

Bencana alam yang terjadi merupakan takdir Allah dan bukti tanda kekuasaan Allah yang harus kita imani. Meskipun teknologi yang dimiliki oleh manusia canggih tetap saja kita tidak bisa memprediksi kejadian yang sudah digariskan oleh yang Maha Pencipta. Subhanallah sungguh lagi-lagi kejadian tersebut mengingatkan kita betapa besarnya kekuasaan Allah.

Terakhir sebagai penutup, kejadian demi kejadian tersebut tentunya menuntut kepedulian besar bagi kaum muslimin. Dalam kitab Al-Amwaal fi Daulatil Khilafah, bahwa di Baitul Mal Negara terdapat satu biro yang disebut Diwah At-Thawari yang tugasnya mengurus masalah bencana yang menimpa kaum muslimin dalam pemerintahan. Semacam Kementerian Sosial dan Kementerian Kesejahteraan Rakyat di Negara kita. Pembelanjaan atas bencana alam ini dibiayai dari pendapatan Baitul Mal lewat Diwan Al-Fa’i wal kharaj dan pendapatan dari Diwan Malikiyah al’amah. Karena saat ini kita menerapkan sisem ekonomi Dual System Economic maka baik dana Pemerintah (APBN) ataupun Lembaga-lembaga Keuangan Syari’ah harus saling bahu membahu. Jika tidak ada juga, maka sudah selayaknya sebagai wujud kepedulian sesama saudara kita maka kita harus mengeluarkan dari kantong kita baik yang berlebihan ataupun tidak.

Rasulullah SAW memberikan kabar gembira, bagi orang yang menolong saudaranya. Allah akan selalu menjadi penolongnya di saat kesulitan datang. Seberapa besar sebuah permasalahan akan terasa ringan saat dijinjing bersama. Kita bantu orang yang sedang kesulitan sebagaimana kita butuh pertolongan saat kesulitan datang. Kita tanam benih-benih kebaikan, maka Allah pun akan memberikan pertolongan kelak Insya Allah.

Wallahualam
http://img402.imageshack.us/img402/1663/commentsfb.png
Buat Facebook Comment, klik disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar